Solusi Jika Anjing Berhenti Makan



Anjing biasanya sangat termotivasi oleh makanan; baik baunya maupun suara jika kamu membawakan dia cemilan favoritnya. Jadi jika anjing kamu mulai tidak nafsu makan, kamu harus mulai khawatir. Penting untuk mengetahui penyebab anjing kamu berhenti makan dan bagaimana kamu harus memaksanya untuk tetap makan.


Ketahui Penyebab Anjing Kamu Tidak Mau Makan

Memang ada sejumlah alasan mengapa anjing menolak untuk makan. Beberapa disebabkan oleh masalah perilaku, namun bisa juga oleh masalah penyakit yang serius pada anjing kamu. Jika anjing kamu berhenti makan selama 2 hari, maka itu menjadi pertanda yang serius. Untuk itu, kamu harus jeli untuk mengamati perubahan perilaku yang terjadi.


1. Masalah Perilaku

Beberapa anjing berhenti makan karena masalah perilaku, mereka menjadi sangat pemilih. Mereka hanya akan makan makanan yang mereka sukai saja, ini disebabkan karena terlalu dimanjakan oleh pemiliknya.

Jika tanda ini terjadi, maka tidak ada masalah yang serius. Anjing kamu hanya perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang baru.


2. Kebosanan

Jika kamu memberi mereka makanan yang sama selama bertahun-tahun, pada akhirnya anjing kamu akan bosan dan berhenti makan. Ada baiknya kamu mulai mencoba makanan dengan merk atau bahan yang baru.

Makanan basah atau makanan dengan aroma yang kuat dapat menjadi solusinya. Atau perlahan ganti jenis makanannya dengan makanan baru.


3. Makanan Basi

Ketahuilah bahwa anjing sangat peka dengan penciumannya. Walaupun makanan diproduksi untuk tahan lama, bukan berarti makanan tersebut dapat rusak. Jika ini terjadi, anjing kamu akan menolak atau bahkan berhenti makan.

Makanan yang rusak akan kehilangan kandungan gizi pentingnya, selain itu dapat menyebabkan keracunan pada anjing kamu.


4. Efek Samping

Vaksinasi dan obat tertentu dapat memberi efek samping kehilangan nafsu makan. Namun efek ini seringkali hanya bersifat sementara. Anjing kamu mungkin hanya berhenti makan selama satu hingga dua hari.

Untuk itu, diskusikan dengan dokter hewan kepercayaan kamu untuk pemberian dosis hingga efek samping pengobatan ini.


5. Masalah pada mulut atau pencernaan

Seperti pada manusia, jika memiliki masalah pada mulut dan pencernaan, kita akan kehilangan nafsu makan. Pada anjing, gigi patah, gusi bengkak, akan menyebabkan mereka berhenti makan. Penyebabnya dapat bermacam-macam, benturan, mengunyah plastik, dan lainnya.

Untuk tanda ini, segera bawa anjing kamu ke dokter hewan agar tidak berkembang menjadi masalah yang serius.


6. Penyakit

Setiap kali anjing merasa kesakitan, mereka akan berhenti makan. Sesimpel itu. Penyakit dalam seperti hati, ginjal, dan pernapasan dapat menjadi penyebabnya. Perhatikan juga bila anjing kamu diare dan muntah.

Sayangnya, kamu tidak dapat menangani masalah ini sendirian. Segera bawa anjing kamu ke dokter hewan.


Yang Harus Dilakukan Agar Anjing Kamu Mau Makan

Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan di rumah ketika anjing kamu berhenti makan. Mungkin kamu akan sedikit kewalahan, tapi dapat membuat perubahan positif.

  • Sajikan makanan dalam kondisi hangat

  • Berikan kaldu daging dengan aroma yang sedap

  • Berikan opsi makanan yang berbeda

  • Suapi makanan langsung ke mulutnya

Haruskah Memberi Makan Paksa Anjing?

Jika seekor anjing mengalami penurunan berat badan karena berhenti makan, dokter hewan mungkin menginstruksikan Anda untuk memberi makan paksa (force feeding). Makanan kaleng basah atau formulasi khusus dapat digunakan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut anjing, tetapi ini harus dilakukan secara perlahan.


Kapan Saat Yang Tepat Untuk Menghubungi Dokter Hewan?

Jika anjing kamu menolak untuk makan tetapi bersikap normal sebaliknya, teruslah menawarkan makanan dan pantau mereka untuk setiap perubahan lain selama sehari atau lebih. Jika berlanjut atau jika anjing kamu mulai kehilangan berat badan, bertindak tidak normal, muntah, diare, atau kamu melihat ada perubahan lain, hubungi dokter hewan. Bersamaan dengan pemeriksaan fisik, rontgen, pemeriksaan darah, dan tes lain mungkin perlu dilakukan untuk menentukan penyebabnya.