Penyebab Ikan Terlihat Megap-megap

Pawrent, apakah kamu memelihara ikan atau senang melihat ikan-ikan berenang di dalam akuarium? Jika iya, kamu pasti pernah melihat ikan yang terengap-engap seperti berusaha mengambil udara di permukaan akuarium atau kolam. Ini adalah tanda bahwa ikan tidak dapat bernapas dengan baik dan berusaha mencari air dengan konsentrasi oksigen tinggi, yaitu permukaan air. Kamu mungkin juga akan melihat ikan berkumpul di sekitar filter, di dekat air terjun, atau area lain yang memiliki kandungan oksigen tinggi. Dalam Bahasa Inggris, "gasping" atau "piping" adalah istilah ketika ikan bernapas dengan cepat dengan mulut di permukaan air. Ternyata ada banyak penyebab ikan megap-megap. Yuk ketahui penyebabnya agar ikanmu dapat lebih cepat pulih!

Alasan Ikan Megap-megap
Sistem Filtrasi yang Tidak Memadai

Semua jenis ikan harus dipelihara dalam akuarium berukuran tepat dengan filter yang berfungsi penuh. Jika ikan kesayanganmu megap-megap di permukaan air, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memeriksa sistem penyaringan akuariumnya. Tergantung pada bentuk dan ukuran akuarium atau kolam, menggunakan hanya difusi udara di permukaan air mungkin tidak cukup untuk beberapa spesies ikan. Pergerakan air di dalam akuarium atau kolam penting untuk memberikan aerasi yang tepat. Filtrasi tidak hanya memberikan oksigen ke air, tetapi juga mendukung siklus nitrogen, memecah amonia beracun menjadi senyawa yang lebih aman.

Jumlah Ikan yang Berlebihan

Ikan yang dipelihara dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan konsumsi oksigen terlarut di dalam air menjadi lebih cepat. Jika kamu mempunyai kolam luar ruangan, kandungan oksigen dalam air berjumlah lebih sedikit karena air yang cenderung hangat. Terlebih lagi, jika kamu memiliki tanaman air di kolam, kadar oksigen juga akan berkurang pada pagi hari sebelum matahari terbit. Menyesuaikan jumlah ikan dan mengurangi jumlah tanaman air akan menjaga tingkat oksigen yang lebih tinggi di kolam.

Sindrom Tangki Baru

Ketika sebuah akuarium baru sedang disiapkan, sistem penyaringan akan melalui proses siklus nitrogen yang disebut "Sindrom Tangki Baru". Proses ini melibatkan bakteri baik yang akan masuk ke dalam filter akuarium dan mengubah amonia menjadi zat yang lebih aman. Selama proses ini berlangsung, air akan mengalami kenaikan kadar amonia, nitrit, dan nitrat. Kandungan zat-zat tersebut cukup tinggi dapat merusak ekosistem akuarium dan ikan-ikan pun bisa mati. Kamu disarankan untuk menambahkan ikan secara bertahap dalam beberapa minggu ke dalam akuarium baru agar bakteri baik dalam filter memiliki waktu untuk tumbuh dan mengikuti laju kotoran yang dihasilkan oleh ikan. Menambahkan banyak ikan sekaligus biasanya akan mengakibatkan “Sindrom Tangki Baru” dan kadar amonia yang tinggi akan merusak insang ikan dan menyebabkan kematian.


Baca Juga: Merawat Ikan Cupang? Gini Tips Ampuhnya


Insang Coklat atau Methemoglobinemia

Siklus nitrogen melibatkan proses konversi amonia menjadi nitrit. Jika kadar nitrit di dalam akuarium tinggi untuk jangka waktu yang cukup panjang, ikan yang hidup di dalamnya dapat menderita penyakit darah coklat, atau methemoglobinemia. Penyakit ini terjadi ketika nitrit mengikat hemoglobin dalam darah dan melepaskan oksigen. Meskipun kamu sudah mencoba untuk menambahkan oksigen ke dalam akuarium, oksigen tidak akan masuk ke jaringan tubuh ikan, menyebabkan sesak napas dan kematian. Mengukur kadar nitrit dalam tangki sangatlah mudah, kamu cukup menggunakan alat uji nitrit yang dapat ditemukan di pasaran.

Kerusakan Insang

Kerusakan insang ikan dapat disebabkan oleh berbagai penyakit. Beberapa penyebab umumnya adalah kontaminasi kotoran dan racun di dalam air, seperti logam berat, amonia, dan klorin. Insang yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik dan akan sulit memperoleh oksigen, sehingga ikan akan terlihat terengap-engap di permukaan air.

Penyebab kerusakan insang yang selanjutnya adalah virus, seperti Koi Herpes Virus dan Carp Edema Virus. Virus ini menyerang insang dan membuat ikan menjadi lesu bahkan mati mendadak. Sayangnya, kamu sepertinya tidak dapat mengobati ikan yang menderita penyakit ini, jadi kamu hanya dapat memberikan yang terbaik hingga ikan tersebut meninggal.

Terakhir, parasit yang berkembang biak di insang, seperti gangguan White Spot atau Dactylogyrus spp. juga dapat menyebabkan kerusakan insang sehingga ikan akan berusaha mencari oksigen di permukaan air. Gejala-gejala gangguan ini adalah menggaruk tubuh pada objek, nafsu makan berkurang, dan lesu. Parasit air umumnya masuk ke dalam akuarium melalui ikan baru yang terinfeksi. Sayangnya, tidak semua gangguan parasit dapat diobati. Untuk mencegah penyebaran parasit, kamu sebaiknya mengkarantina ikan baru dan juga objek-objek lainnya seperti tumbuhan atau hewan invertebrata.

Setelah membaca artikel diatas, kamu wajib waspada jika melihat ikan yang sering megap-megap. Agar akuarium selalu berada dalam kondisi terbaik, kamu sebaiknya menjaga kebersihan tangki, memeriksa sistem filtrasi secara rutin, memeriksa kondisi air, dan melakukan karantina terhadap ikan dan benda lain yang akan memasuki akuarium. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Source: https://www.thesprucepets.com/what-to-do-if-your-fish-is-gasping-for-air-5222546