Penyakit Umum Anjing dan Cara Mencegahnya


Tentunya sebagai pet pawrent, kita selalu berusaha melindungi anabul tercinta dari segala macam penyakit. Mulai dari memberi makanan yang tepat hingga training dan olah raga yang dibutuhkan. Meskipun kita sudah melakukan berbagai cara, tetap saja kita tak bisa mencegah semuanya.

Maka dari itu pelajari dan mulai kenali penyakit umum yang dapat menjangkit anjing kesayangan kamu.


Parvo

Parvo adalah sebuah tragedi. Ketika anjing terjangkit parvo, kebanyakan anjing akan menderita kesakitan yang luar biasa. Parvo menyerang dengan cepat. Suatu hari anjing kamu baik-baik saja, di kemudian hari anjing kamu akan mengalami lesu dan tidak mau makan secara tiba-tiba. Biasanya anjing yang terjangkit parvo akan mengalami demam, muntah, dan diare yang disertai dengan darah. Dan perlu kamu ketahui, hal-hal tadi adalah tanda atau gejala parvo yang harus kamu waspadai


Pencegahan

Berikan vaksinasi sejak dini. Bila perlu berikan vaksin ketika anjing kamu berusia 2 bulan, kemudian lanjutkan vaksin rutin setiap 4 bulan.


Distemper

Gejala awalnya seperti flu, tapi jangan kamu anggap remeh. Sebab distemper dapat berkembang menjadi masalah neourologis atau pneumonia, hingga kejang-kejang jika tidak segera ditangani. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan dapat menyebar melalui udara dan cairan tubuh.


Pencegahan

Karena penyakit ini berupa virus, maka pencegahannya berupa suntikan vaksin. Berikan vaksin sejak dini dan lakukan secara rutin.


Kudis & Kurap

Penyakit ini menyerang kulit, yang menyebabkan rasa gatal dan perih. Bersamaan dengan kulit yang terdapat luka terbuka karena digaruk, kudis dapat menyebabkan infeksi. Akar masalah kudis adalah kutu tungau yang masuk kedalam kulit. Gejala yang ditimbulkan adalah gatal yang berlebih diikuti dengan kerontokan bulu dan luka koreng.


Pencegahan

Gunakan shampo, bedak, dan obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter hewan kamu. Selain itu juga kamu harus secara rutin menjaga kebersihan anjing kamu.


Rabies

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui air liur. Virus akan menempati kelenjar air liur dan akan menular melalui gigitan. Rabies dapat berakibat fatal, gejalanya antara lain adalah temperamen anjing yang tidak stabil hingga kelumpuhan. Gejala yang lain dapat berupa air liur yang berlebihan, demam, dan kejang-kejang.


Pencegahan

Rabies dapat dicegah dengan suntikan vaksin. Vaksin ini dilakukan secara bertahap pada usia dini.