Menghadapi Kejang pada Kucing

Pernahkah Pawrent melihat kucing yang tiba-tiba gemetar dan tidak dapat mengendalikan gerakannya? Hal tersebut bisa saja merupakan kejang. Kejang adalah lonjakan aktivitas listrik secara tiba-tiba dan memiliki gejala seperti kedutan, gemetar, tremor, dan/atau kejang. Istilah “epilepsi” umumnya digunakan untuk mengungkapkan kejang yang berulang kali terjadi secara berturut-turut. Umumnya, epilepsi jarang terjadi atau dapat terjadi secara tidak diduga. Beberapa gangguan kejang disebabkan oleh penyakit yang terjadi di dalam otak, misalnya tumor atau kerusakan karena trauma atau cedera.


Gejala Kejang pada Kucing

Dengan mengamati kucing secara cermat ketika kejang terjadi, Pawrent dapat mengumpulkan dan memberikan informasi penting kepada dokter hewan. Gejala-gejala tersebut dapat membantu menentukan jenis penyakit yang mungkin adalah akar dari gangguan tersebut.

Berikut adalah informasi penting yang dapat kamu jelaskan kepada dokter hewan agar dapat menentukan penyebab kejang pada kucing:

  1. Gaya hidup dan riwayat kesehatan kucing,

  2. Pada usia berapa kejang mulai terjadi dan apakah sekarang semakin parah?

  3. Apakah kejang jarang terjadi atau malah terjadi secara berkala?

  4. Berapa frekuensi dan durasi kejang?

  5. Pernahkah kamu memperhatikan adanya keterkaitan antara kejang dengan tidur, kegembiraan, makan, dan lainnya?

  6. Apakah ada tanda-tanda penyakit lain seperti nafsu makan yang buruk, minum secara berlebihan, berkurangnya latihan, atau sebagainya?

  7. Apakah kucing mengkonsumsi obat atau suplemen akhir-akhir ini, termasuk obat kutu atau obat cacing?

  8. Diet dan suplemen gizi apa yang diberikan?

  9. Apakah kucing terpapar racun?

Bagaimana Penyebab Kejang Didiagnosis?

Karena kejang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit yang berbeda, tes kesehatan diagnostik sangatlah penting untuk menyelidiki penyebab kejang. Serangkaian tes perlu dilakukan agar dapat memperoleh hasil diagnosis yang akurat. Tes pertama yang dilakukan umumnya adalah pengambilan sampel darah dan urin untuk mencari penyebab ekstrakranial. Selanjutnya, dokter hewan mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes lanjutan seperti sinar-X dan evaluasi cairan serebrospinal (CSF), tetapi prosedur tersebut memerlukan anestesi keseluruhan terhadap kucing.

Teknik pengambilan gambar yang canggih seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Computer-assisted Tomography (CT) dapat digunakan untuk melihat struktur otak secara langsung. Teknologi-teknologi tersebut hanya tersedia di beberapa klinik spesialis, tapi hal tersebut diperlukan untuk mendiagnosa penyebab kejang tertentu, seperti tumor otak.

Baca juga: Apakah Kucing Kamu Sedang Sakit?

Bagaimana Kejang Dicegah atau Diobati?

Pengobatan kejang pada kucing bergantung pada penyakit penyebabnya. Karena teknologi yang semakin canggih, banyak penyakit yang sebelumnya tidak dapat diobati sekarang dapat diobati, meskipun terkadang Pawrent perlu rujukan ke klinik spesialis.

Kucing yang mengalami kejang secara berkala (lebih dari satu kali setiap enam hingga delapan minggu) harus menerima perawatan walaupun penyebabnya belum ditemukan. Kejang yang seperti disebutkan diatas dapat menyebabkan kerusakan otak parah dan meningkatkan risiko kejang dan komplikasi yang lebih parah. Jika penyebab kejang tidak diketahui atau tidak dapat diobati, kamu dapat memberikan obat antikonvulsan untuk kucingmu

Tipe pengobatan yang diberikan akan bergantung pada setiap ekor kucing dan kebutuhan spesifiknya. Dokter hewan mungkin perlu menyesuaikan dosis, frekuensi, dan/atau jenis obat sebelum menentukan pengobatan terbaik. Meskipun hal ini sangat mengkhawatirkan dan melelahkan, Pawrent tetap harus sabar ya. Menemukan pengobatan yang tepat penting untuk kesehatan jangka panjang kucing kesayanganmu. Bahkan terkadang pengobatan yang sudah dilakukan tidak dapat sepenuhnya mencegah kejang. Tujuan utama pengobatan dan perawatan kejang adalah mengurangi kejang, sehingga si kucing dapat hidup dengan lebih baik dan bahagia

Semoga artikel ini bermanfaat dan tunggu artikel selanjutnya ya, Pawrent!


Source: https://vcahospitals.com/know-your-pet/seizures-and-epilepsy-in-cats

21 views