Mengatasi Bulu Anjing Rontok Berlebihan

Seperti yang Pawrent ketahui, anjing memang akan mengalami kerontokan. Faktor umum yang mempengaruhi kerontokan adalah ras, lingkungan tempat tinggal, dan cuaca. Beberapa ras anjing seperti Akita, Chow Chow, German Shepherd, dan Labrador Retriever mengalami kerontokan bulu sepanjang tahun. Anjing dengan bulu yang pendek mengalami kerontokan yang lebih sedikit, namun terkadang juga akan mengalami kerontokan yang lebih banyak pada pergantian musim.

Faktor lainnya yang mempengaruhi kerontokan bulu anjing adalah kesehatan dan grooming (perawatan). Anjing yang memiliki makanan dan pola makan yang sehat dan grooming yang teratur akan mengalami kerontokan yang minim. Anjing yang memasuki umur tertentu juga akan mengalami kerontokan yang lebih banyak, misalnya ketika anak anjing yang akan memasuki umur dewasa. Perubahan hormon dalam masa kehamilan dan melahirkan juga dapat menyebabkan kerontokan yang berlebih.


Penyebab Kerontokan yang Berlebihan
  • Alergi

Alergi kulit, alergi terhadap makanan, udara, atau kandungan kimia pada produk dapat menyebabkan kerontokan.

  • Stres dan Rasa Cemas

Rasa stres, cemas, dan takut dapat menyebabkan kerontokan lho, Pawrent. Contohnya saja ketika kalian akan membawa anabulmu untuk kunjungan ke dokter hewan. Untuk stres yang bersifat sementara, kerontokan akan berkurang ketika anabul tidak lagi merasa stres. Jika anabul memiliki gangguan rasa cemas, konsultasikanlah dengan dokter hewan untuk mencari cara mengurangi rasa cemas tersebut.

  • Gangguan Tiroid

Hipertiroidisme dapat menyebabkan kerontokan. Untuk mendiagnosa gangguan ini, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan darah agar kemudian diberikan pengobatan yang tepat.


Baca Juga: 5 Alasan Anjing Melolong Terus


  • Pola Makan yang Buruk

Kekurangan nutrisi yang diperlukan anabul dapat menyebabkan kerontokan dan beberapa gejala kekurangan gizi lainnya. Konsultasikan dengan dokter hewan untuk menemukan makanan dengan nutrisi yang tepat untuk anabulmu. Terdapat juga kemungkinan alergi atau kondisi medis yang menyebabkan terganggunya penyerapan nutrisi.

  • Gangguan Kelenjar Adrenal

Kelenjar Adrenal adalah kelenjar penghasil hormon. Gangguan kelenjar adrenal yang paling umum adalah Cushing’s disease, dimana hormon kortisol diproduksi secara berlebihan karena adanya tumor pada kelenjar pituitari. Gejala yang terlihat adalah meningkatnya nafsu makan, perut yang terlihat buncit, dan adanya perubahan dalam pola minum dan buang air kecil.

  • Infeksi atau Parasit

Apakah kerontokan terjadi karena digaruk oleh anabul? Jika anabul kerap kali menggaruk dan terlihat mengalami kegatalan, kerontokan tersebut dapat menimbulkan kebotakan kecil. Perhatikan kebotakan tersebut ya, Pawrent. Jika kulit anabul terdapat iritasi akibat garukan, ini dapat mengindikasikan adanya infeksi kulit atau parasit. Dengan pengobatan yang tepat, bulu dapat kembali tumbuh.


Baca Juga: 5 Alasan Anjing Memakan Kotoran Sendiri

Meminimalisir Kerontokan Bulu Anjing

Merawat bulu anjing tentu adalah bagian dari menjadi seorang Pawrent. Hal pertama yang harus kamu perhatikan untuk mengurangi rontok pada anabul adalah asupan nutrisi dan pola makannya. Menyisir bulu anjing penting agar bulu tetap terawat. Anjing dengan bulu yang pendek sebaiknya disisir sebulan sekali. Ketika musim rontok tiba, kamu sebaiknya lebih sering menyisir bulu anabul. Perhatikan juga kondisi kesehatan anabul, karena anjing yang memiliki alergi membutuhkan suplemen atau obat untuk menjaga kulit dan bulu mereka sehat. Terakhir, kesehatan mental juga tidak kalah penting. Ketika anjingmu mulai menunjukkan gejala stres seperti perubahan sikap, bicarakanlah hal tersebut dengan seorang spesialis anjing untuk membantu menenangkan anabul.


Source: https://petlifetoday.com/why-is-my-dog-shedding-so-much/

38 views