Kenali Ciri-ciri Kucing Keracunan



Terlihat masalah sepele tetapi cukup penting bagi pawrents yang punya kucing. Salah satunya yaitu keracunan pada kucing. Perlu diketahui bahwa kucing mempunyai rasa penasaran dengan mencoba hal apapun termasuk makanan. Di situ lah risikonya apakah makanan tersebut sudah terkontaminasi racun atau zat kimia. Selagi kita membiarkan mereka untuk mengeksplor apapun yang membuat mereka menarik.

Maka dari itu ada beberapa ciri-ciri kucing kamu sedang mengalami keracunan. Hal ini berpengaruh pada pola asuh dan perawatan.


1. Muntah

Muntah merupakan awal tanda kucing kamu mengalami keracunan. Sebab lambung kucing tidak bisa menerima makanan yang baru saja masuk ke pencernaan. Lambung kucing otomatis akan berekasi. Akhirnya seluruh makanan dimuntahkan sampai mereka merasa dehidrasi. Bagi yang mengalami kasus ini sebaiknya kamu berikan perawatan khusus supaya tidak nyawa mereka terselamatkan. Perlu diingat juga, cobalah lebih teliti apakah mereka muntah akibat keracunan supaya kamu bisa mengantisipasinya.


2. Diare

Selain muntah, kucing yang sedang diare bisa terindikasi keracunan ya pawrent. Sama seperti muntah tetapi lambung sulit mencerna dan tidak bisa diproses secara maksimal sehingga terjadi diare. Namun, ada kasus tertentu kucing diare bukan penyebab keracunan ya. Alangkah lebih baik, lakukan kunjungan ke dokter hewan jika diare tidak kunjung sembuh ya supaya bisa tahu penyebab diare.


3. Sering Buang Air Kecil

Ciri-ciri lainnya kucing kamu mengalami keracunan adalah buang air kecil terus menerus. Mungkin ini sepele tapi bisa jadi indikator kucing kamu keracunan. kamu bisa mengamati perilaku kucing sehari-hari. jika memang kucing kesayangan kamu sering buang air kecil, segera mungkin melakukan antisipasi agar keracunan tidak terjadi terlalu parah. Keseringan buang air kecil pertanda tubuh mengalami hal yang tidak semestinya. Buang air kecil juga sebagai bentuk pertahanan diri dari penyakit yang sedang menyerang pada tubuh kucing.


4. Kucing Susah Bernapas

Jika kucing kamu mengalami sesak napas kemungkinan terjadi keracunan sangat besar. Kucing yang mengalami susah bernapas biasanya keracunan udara di sekitarnya ataupun pada kulit kucing yang bersentuhan dengan sesuatu. Udara di sekitar terkadang memang kurang steril untuk kucing. Misalnya saja, jika ada penyemprotan atau udara tercemar zat kimia. Akibatnya kucing menjadi keracunan udara. Parahnya kucing dapat sulit bernapas. Jika itu terjadi, pasang alat bantu pernapasan atau segera bawa ke dokter hewan.


5. Kondisi Kucing Lemas dan Tidak Bertenaga

Ciri-ciri terakhir yang dapat dibahas adalah kondisi kucing terlihat lemas jika terjadi keracunan. Hal itu akibat kucing mengalami keracunan. Saat terjadi keracunan kucing biasanya kekurangan energi karena efek sampingnya seperti diare atau muntah dapat menguras energi pada kucing. Jika hal itu terjadi, usahakan jangan biarkan kucing kamu dehidrasi. Berilah minuman yang cukup agar tubuhnya tidak terlalu nampak lemas. Selain itu, ciri lainnya yang dapat langsung kamu amati adalah pada lidah dari kucing.



Cara Mengatasi Kucing Keracunan

Kucing keracunan biasanya memiliki lidah yang kebiruan dan mengeluarkan air liur yang lebih banyak dari biasanya. Seperti yang sudah dibahas di atas, faktor keracunan bisa terjadi karena beberapa hal. Entah itu dari makanan ataupun dari benda-benda di sekitar kucing yang sebenarnya membahayakan. Usahakan kamu meletakkan benda-benda rawan keracunan jauh dari jangkauan.


Misalnya saja, jangan sampai kucing kamu meminum zat kima pembersih lantai. Selain itu, jauhkan dari tanaman yang mengandung racun karena biasanya kucing penasaran untuk mendekatinya. Setelah dibahas faktor dan ciri-ciri kucing bisa keracunan selanjutnya akan dibahas tentang cara mengatasi kucing yang keracunan. Kira-kira apa saja cara mengatasinya? Berikut akan dijabarkan:


1. Mengidentifikasi Racun

Langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah mengidentifikasi zat atau apapun yang masuk ke dalam pencernaan kucing. Kamu bisa memulai identifikasi dengan mengingat-ingat makanan atau benda apa yang dimakan kucing kamu. Hal tersebut akan lebih membantu kamu menentukan pertolongan yang tepat pada kucing. Jika kamu tidak tahu dan bingung, segera bawa kucing ke dokter hewan agar mendapatkan pertolongan pertama.


2. Memberi Pertolongan Pertama

Jika kamu sudah mengidentifikasi dan menemukan penyebabnya, langkah kedua adalah mengenali gejala keracunan. Misalnya saja kucing kamu sering diare berikan pertolongan pertama dengan memberikan minum dengan porsi yang cukup dan berikan perawatan obat agar diarenya mereda. Selain itu kamu dapat mencoba memberikan susu atau air kelapa dan kuning telur.


Bahan-bahan tersebut sejatinya menetralisir racun untuk tersebar cepat ke seluruh tubuh. Jika kucing berontak, kamu dapat menggunakan pipet untuk memasukkan air penetral racun tersebut agar masuk ke pencernaannya. Dengan begitu, pertolongan pertama bisa segera dilakukan. Agar nantinya kucing bisa segera sehat kembali dan keracunan yang terjadi tidak semakin parah.


3. Bawa Kucing Ke Area yang Udaranya Bagus

Kucing yang keracunan biasanya menunjukkan ciri-ciri susah bernapas dengan baik. Hal ini bisa menjadi hal sepele tapi penting kamu lakukan. Usahakan bawa kucing kamu pad area udara yang bagus dan bersih dengan pencahayaan yang memadai pula. Tetapi yang perlu diingat adalah jangan membiarkan kucing sendirian. Jika perlu awasi secara intensif kucing kesayangan kamu. Gunakan sarung tangan atau pakaian panjang agar menghindari keagresifan pada kucing saat terjadi keracunan.


4. Segera Singkirkan Sisa Muntahan Racun yang Dikeluarkan

Langkah selanjutnya jika kucing kamu terindikasi keracunan kamu dapat segera menyingkirkan sisa muntahan yang terkontaminasi dengan racun. Ada baiknya kamu menggunakan pelindung agar terhindar dari dampak racun yang berbahaya. Selain itu jika kamu penasaran tentang bagaimana kucing kamu bisa keracunan kamu dapat membawa sampel untuk diteliti pada dokter hewan.