Hindari Hyperthermia Pada Anjing


Hyperthermia ternyata bisa berbahaya bagi anjing yang mana suhu tubuh mereka bisa meningkat. Sehingga kondisi tersebut bisa merusak sel-sel dalam tubuh. Suhu tubuh normal anjing biasanya di antara 37.5oC – 39.2oC.

Namun hyperthermia bisa dicegah dengan memberikan penanganan yang tepat juga ya pawrent.


Berikut 2 macam hyperthermia yang bisa pawrent ketahui.

1. Pyrogenic hyperthermia

Pyrogenic Hyperthermia merupakan kondisi dimana anjing merasa demam akibat peradangan. Suhu tubuh anjing akan meningkat sehingga menyerang agen infeksiusnya pada saat infeksi atau peradangan.

2. Nonpyrogenic hyperthermia

Nonpyrogenic hyperthermia cenderung terjadi pada anjing yang mengalami gangguan pada hipotalamus, konsumsi obat-obatan tertentu, kejang, eklamsia, keracunan, ketidakmampuan hewan untuk panting, dan kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan heatstroke (serangan panas) salah satu kasus yang patut diwaspadai khususnya pada anjing yang hidup di lingkungan panas.


Heatstroke (Serangan Panas)

Anjing akan rentan pada heatstroke ketika berada dalam ruangan panas tanpa sirkulasi udara. Di Indonesia heatstroke sering terjadi di sebagian wilayah besar di Indonesia.

Ada 3 cara mengatasi heatstroke pada anjing yaitu konduksi, konveks, dan radiasi. Konduksi merupakan pencegahan heatstroke dengan berbaring di permukaan yang lebih dingin. Konveks merupakan pendinginan tubuh anjing pada tempat yang mempuyai sirkulasi udara dingin. Lain halnya dengan radiasi, yang mana anjing akan melepaskan hawa panas tubuhnya ke lingkungan dan evaporasi (panting).


Gejala Saat Anjing Terkena Heatstroke

Gejala klinis dari anjing yang terkena heat stroke antara lain: gelisah dan mencari tempat yang sejuk untuk istirahat, panting, keringat pada telapak kaki, membran mukosa berwarna pink gelap atau merah, hipersalivasi, peningkatan frekuensi denyut jantung, lemas, muntah/diare, dan kolaps.


Anjing yang Rentan Terkena Heatstroke

Anjing obese, anjing bermoncong pendek seperti bulldog, dan anjing berambut panjang lebih rentan terkena heatstroke. Apabila tidak ditangani, anjing yang terkena heatstroke dapat menderita kerusakan organ permanen dan bahkan kematian.


Bagaimana Menanganinya?

Anjing yang sedang terkena heatstroke perlu dibawa ke klinik/rumah sakit hewan secepatnya. Semakin cepat pertolongan kepada anjing yang terkena heatstroke, semakin kecil peluang terjadi kerusakan permanen pada organ dan kematian. Pertolongan pertama perlu dilakukan oleh pemilik hewan sebelum hewan dibawa ke dokter hewan untuk penanganan selanjutnya.

  1. Pertama, pindahkan anjing dari area panas ke area yang lebih sejuk.

  2. Semprot tubuh anjing dengan air sejuk, khususnya di bagian tubuh yang tidak banyak rambutnya seperti kaki, perut, dada, dan leher. Jangan gunakan air es atau es batu karena perbedaan suhu yang terlalu signifikan justru dapat berakibat fatal.

  3. Nyalakan AC atau buka jendela pada saat membawa anjing ke klinik hewan terdekat.

Sesampainya di klinik/rumah sakit hewan, informasi penting yang perlu disampaikan ke dokter hewan meliputi: sejarah olahraga, apakah sebelumnya anjing berada di tempat yang terlalu panas (mobil, pantai, taman), obat-obatan yang sedang dikonsumsi, penyakit lain yang diderita, dan segala bentuk penanganan yang telah dilakukan sebelum datang ke dokter hewan.

Oleh karena itu, hal yang mungkin dilakukan di klinik/rumah sakit hewan antara lain: mencukur pendek rambut, membasahi/menyemprot kulit dengan air, menempatkan anjing di ruangan ber-AC atau di depan kipas angin, memasang infus, dan memberi obat-obatan penurun panas. Pemeriksaan darah lengkap perlu dilakukan sebelum pemasangan infus untuk mengetahui adanya infeksi serta mendeteksi dini adanya gangguan pada organ. Apabila peningkatan suhu disebabkan oleh infeksi atau inflamasi, obat-obatan untuk melawan infeksi perlu diberikan.


Bagaimana Pencegahannya?

Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya heatstroke pada anjing antara lain:

  1. Pastikan air bersih dan segar selalu tersedia. Bagi anjing yang biasa berada di luar rumah, letakkan air minum di daerah yang sejuk dan teduh

  2. Jangan pernah tinggalkan anjing tanpa pengawasan di tempat tertutup dan/atau tanpa sirkulasi udara seperti mobil.

  3. Hindari olahraga pada saat cuaca sedang panas.

  4. Ketika mengajak anjing jalan untuk jangka waktu yang lama, berhenti dan beri air minum secara berkala.

  5. Bagi anjing yang tinggal di luar rumah, pastikan tersedia tempat berteduh yang sejuk setiap saat.

Sumber: https://dokterhewan.co.id/