Hal Yang Perlu Diketahui Jika Kucing Kamu Bunting/Hamil



Artikel ini telah ditinjau oleh: drh. Muhamad Nugroho Murah Petshop and Clinic | Instagram: Rumahhewan_ck Jl. Parang Sarpo Raya No. 23, Tlogosari Kulon, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50196

Instagram


 

Memiliki kucing bunting/hamil bisa sangat menyenangkan. Terutama ketika kamu membayangkan betapa menggemaskannya memiliki anak kucing yang berlarian kesana kemari. Tetapi tanda-tanda kebuntingan kucing terkadang sulit untuk dikenali terutama jika kamu belum pernah menangani kucing bunting sebelumnya. Kamu mungkin kerap kebingungan apakah harus bertanya ke dokter hewan atau biarkan saja kucing kamu melakukan semuanya sendiri secara alami.


Mungkin memang membingungkan, tetapi jangan khawatir kami ada disini untuk membantumu. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang apa saja tanda – tanda kucing bunting yang harus diperhatikan, bagaimana cara perawatan kucing bunting, bagaimana penanganan dokter hewan terhadap kucing yang diduga bunting, bagaimana tanda kucing yang akan melahirkan dan bagaimana cara penanganannya? Yukkk simak penjelasan berikut.


TANDA – TANDA KUCING BUNTING

Kucing yang sedang bunting memiliki tanda – tanda yang khas melalui perubahan fisik dan perubahan perilaku. Perubahan fisik yang mulai terlihat yaitu perutnya yang mulai membesar seiring dengan pertumbuhan fetus atau janin, puting kucing yang akan berwarna kemerahan diikuti dengan ambing yang membesar, dan juga akan mengeluarkan susu ketika mendekati waktu kelahiran.


Sedangkan perubahan perilaku yang sering terjadi pada kucing ketika bunting yaitu meningkatnya napsu makan, cenderung ingin selalu dimanja, intensitas tidur yang meningkat, beberapa kucing menunjukkan respon muntah, dan sifat kucing yang cenderung agresif terhadap kucing lain ketika mendekati waktu kelahiran.


CARA PERAWATAN KUCING BUNTING


Bagaimana perawatan kucing bunting dirumah?. Perawatan kucing bunting dirumah sebenarnya tidak terlalu sulit. Pertama, hal yang perlu kamu perhatikan adalah pemberian pakan. Kebutuhan nutrisi pakan pada kucing bunting cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kucing dewasa yang tidak bunting. Kandungan tersebut seperti protein, lemak, mineral, dan vitamin.


Beberapa contoh kandungan pakan minimal yang diperlukan oleh kucing bunting menurut Association of American Feed Control (AAFCO) yaitu protein 30%, lemak 9%, kalsium 1%, magnesium 0.08%, dan fosfor 0.8%. Kandungan pakan tersebut terdapat dipakan khusus untuk kucing bunting atau dapat juga memakai pakan kitten. Kedua, berikan kandang yang nyaman dan bersih, dan jauhkan dari kucing lain terutama kucing yang tidak pernah dikenal sebelumnya untuk menghindari stress. Ketiga, sebaiknya kucing bunting tidak dimandikan.

Hal ini untuk menghindari kucing bunting stress yang dapat beresiko pada kebuntingannya. Keempat, Kucing bunting tidak boleh diberikan obat sembarangan, apabila kucing kamu dalam kondisi tidak fit atau sakit sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.



PENANGANAN DOKTER HEWAN TERHADAP KUCING YANG DIDUGA BUNTING


Penting untuk melakukan pemeriksaan kepada dokter hewan apabila kamu ragu bahwa kucing kamu sedang bunting atau tidak, terutama bagi kamu yang belum pernah menangani kucing bunting sebelumnya. Dokter hewan akan memeriksa kucing kamu secara menyeluruh dan akan menjelaskan hasil pemeriksaannya terlebih dahulu. Pemeriksaan awal untuk kebuntingan kucing biasanya menggunakan rabaan tangan pada perut kucing atau biasa disebut dengan ‘palpasi abdomen’.


Apabila umur kebuntingan masih terlalu dini rabaan tangan akan sulit dilakukan, biasanya dokter hewan menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan menggunakan alat USG (Ultrasonography). Keunggulan dari USG ini dapat melihat apakah kucing yang diperiksa bunting atau tidak.


Ketika kucing dinyatakan bunting, keunggulan USG selanjutnya yaitu dapat untuk memprediksi jumlah anak yang dikandung, mengetahui kuat tidaknya denyut jantung anak (hal ini menentukan bahwa anak yang dikandung dalam keadaan hidup, lemah atau bahkan mati), dan dapat pula digunakan untuk memprediksi usia kebuntingan dari kucing.


PERSIAPAN UNTUK HARI KELAHIRAN


Perlu kamu ketahui bahwa kebuntingan kucing kurang lebih 58 – 67 hari. Ketika kucing sudah mendekati waktu kelahiran, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, diantaranya ruangan tersendiri untuk kucing melahirkan, tempat yang nyaman, dan makan minum yang selalu ada (add libitum).


Selanjutnya, siapkan juga kotak kardus atau kandang kucing sebagai tempat untuk melahirkan. Tempat tersebut dibuat tertutup dan gelap agar induk kucing merasa nyaman. Alas untuk tempat lahiran bisa menggunakan kain yang besih atau bisa juga bagian atasnya dilapisi menggunakan underpad bayi agar lebih mudah untuk dibersihkan ketika kotor. Terakhir sebaiknya tempat untuk lahiran diletakkan disudut ruangan.



TANDA TANDA KUCING AKAN MELAHIRKAN

Tanda – tanda yang perlu kamu ketahui ketika kucing kamu akan melahirkan yaitu napsu makan mulai menurun, induk kucing mulai resah dan sering bersembunyi mencari tempat yang gelap atau tertutup, puting yang membengkak dan ketika dipencet keluar air susu lumayan banyak, induk kucing mulai panting (terengah – engah sambil membuka mulut dan menjulurkan lidah), perutnya mulai berkontraksi, dan yang paling akhir ketika air ketuban mulai pecah.


PENANGANAN KETIKA KUCING MELAHIRKAN


Ketika tanda – tanda kucing akan melahirkan sudah muncul dan induk kucing mulai melahirkan anaknya, lalu bagaimana cara penanganannya? Nah ketika hal ini terjadi jangan panik, kamu bisa membantu menenangkan induk, boleh dielus kepalanya dan memberikan semangat, namun jika kucing kamu mandiri dan terlihat terganggu dengan perlakuan kita, cukup diamatin aja yaaa.


Umumnya induk kucing yang melahirkan akan langsung menjilati anaknya dan memakan ari – ari nya, namun ada beberapa kucing yang tidak melakukan hal tersebut, disinilah kamu dibutuhkan untuk membantunya.


Hal yang perlu kamu lakukan terhadap anaknya yaitu buka selaput untuk mengeluarkan cairan ketubannya, kemudian bersihkan pada bagian muka dan badannya dengan kain yang bersih. Setelah itu bagian tali pusarnya kamu ikat dengan benang dan dipotong menggunakan gunting yang bersih.


Sisa plasenta atau ari – ari anak kucing tersebut berikan kepada induknya untuk dimakan. Plasenta anak kucing dapat digunakan sebagai energi pertama ketika induk kucing melahirkan. Namun jika induk tidak mau memakan jangan dipaksa ya, dibuang saja atau dikubur.

Terakhir berikan anak kucing tersebut kepada induknya untuk disusui. Sebagai catatan apabila tanda – tanda kucing sudah muncul namun induk kucing tidak kunjung melahirkan anaknya, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.