Cara Mengobati Bersin pada Kucing

Updated: Sep 16, 2021


Layaknya manusia, kucing bersin karena berbagai alasan. Bersin sesekali bukanlah gejala dari masalah serius, tetapi bersin terus-menerus (terutama jika disertai dengan keluarnya cairan dari hidung dan lesu atau kurang nafsu makan) bisa menjadi tanda suatu penyakit.


Jika kucing bersin, sobat Petskita mungkin khawatir ada sesuatu yang salah padanya. Kabar baiknya adalah ada banyak penyebab kenapa kucing bersin. Bersin berlebihan atau sedang dan berat, harus selalu diperiksakan ke dokter hewan.



Mengapa Kucing Bersin?

Jika sobat Petskita melihat kucing kamu bersin sesekali, kemungkinan besar ia hanya bereaksi terhadap debu atau bulu yang menggelitik hidungnya. Ingatlah bahwa hidung kucing hanya beberapa inci dari lantai, jadi jika lantai rumah kamu berdebu, kamu mungkin akan merasakan kucing bersin cukup banyak. Ada solusi sederhana untuk masalah ini: Cukup bersihkan debu-debu dan bersihkan lantai lebih sering.


Jika kucing kamu tidak hanya bersin ringan, kemungkinan ia terkena alergi, adanya benda asing yang tersangkut di hidung, atau penyakit pernapasan bagian atas. Benda asing bisa tersangkut di hidung hewan peliharaan tanpa kamu sadari. Dokter hewan dapat memeriksa dan mengeluarkan benda asing dengan aman. Ini mungkin memerlukan sedasi, pembilasan hidung dan/atau endoskopi untuk melakukan ini.


Baca Juga: 3 Cara Menentukan Jenis Kelamin Anak Kucing


Alergi pada Kucing

Beberapa kucing memang memiliki alergi. Jamur, debu, parfum, asap, pestisida, dan bahan pembersih semuanya dapat memicu bersin pada kucing.

Jika sobat Petskita mengira kucing kamu alergi, kemungkinan besar ia bereaksi terhadap sesuatu di udara. Kamu dapat bekerja untuk mengurangi hal-hal yang berpotensi mengakibatkan alergi pada kucing di rumah kamu, terutama di daerah di mana kucing menghabiskan banyak waktu, tetapi jika bersin kucing kamu tergolong parah, penting untuk mengunjungi dokter hewan. Ada berbagai perawatan yang sesuai untuk alergi kucing.


Penyakit Pernafasan Atas

Bersin terus-menerus, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti lesu, kurang nafsu makan, keluarnya cairan dari mata atau hidung, diare, batuk, atau kesulitan bernapas, bisa jadi merupakan tanda infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur pada kucing.

Jika sobat Petskita melihat gejala-gejala ini, kamu mungkin memiliki kucing dengan penyakit seperti feline herpes atau feline immunodeficiency virus (FIV). Jika kucing kamu melakukan lebih dari sekadar bersin sesekali, penting untuk memeriksakannya ke dokter hewan.

Infeksi saluran pernapasan atas pada kucing sering kali sangat menular dan menular antar kucing dengan mudah. Jadi, jika kamu membawa pulang kucing baru dengan tanda-tanda infeksi saluran pernapasan atas atau penyakit lain, penting untuk mencegah mereka bersosialisasi dengan kucing yang lebih sehat sampai dokter hewan membersihkannya dan tanda-tandanya telah teratasi.


Baca Juga: Obesitas Bisa Berisiko pada Kesehatan Kucing


Calicivirus

Salah satu penyakit yang cukup umum dan sangat menular dapat menyebabkan bersin dan masalah pernapasan adalah calicivirus kucing. Kebanyakan dokter hewan memvaksinasi kucing sehingga mereka tidak akan tertular penyakit ini, tetapi jika terkena, penyakit ini dapat berkisar dari ringan hingga parah.

Namun, ada beberapa jenis calicivirus berbahaya yang dapat menyerang kucing kamu, jadi penting untuk memeriksakan dan merawat kucing peliharaan kamu untuk gejala apa pun.


Cara Mencegah Bersin

Jika kucing kamu bersin-bersin dan tidak ada gejala lain, kamu bisa mulai dengan membersihkan lingkungan sekitar kucing kamu. Ada beberapa perubahan mudah yang dapat sobat Petskita lakukan:

  • Berhentilah menggunakan penyegar udara, deterjen cucian beraroma, parfum, dan merokok di dalam untuk melihat apakah itu membuat perbedaan.

  • Berhati-hatilah dengan disinfektan apa pun yang kamu gunakan, terutama jika kucing berjalan di permukaan yang kamu semprotkan dan kemudian menjilati bantalan kakinya. Banyak disinfektan mengandung bahan kimia yang dapat berbahaya bagi kucing.

  • Bilas kotak kotoran kucing kamu dan permukaan lain yang sering dikunjungi kucing dengan air biasa setelah menggunakan larutan pemutih atau produk pembersih lainnya.

  • Periksa juga kotoran kucing kamu. Beberapa tandu (terutama jenis tanah liat) mengeluarkan banyak debu ketika kucing menggaruk di dalam kotak dan dapat memperburuk masalah alergi pada kucing dan manusia.

Awasi kucing kamu selama beberapa hari. Jika ia menunjukkan gejala lain dari infeksi saluran pernapasan atas, seperti mata berair, terisak atau batuk, atau jika ia terus bersin waalaupun kamu sudah membersihkan lingkungan sekitarnya, Kamu harus segera membawanya ke dokter hewan.


Sumber: https://www.thesprucepets.com/why-kittens-sneeze-552176















8 views