Cara Menghentikan Mengeong yang Keras pada Kucing


Seperti yang mungkin sobat Petskita ketahui, kucing mengeluarkan berbagai suara. Beberapa ras, seperti kucing Siam diketahui mempunyai sifat yang berisik , tetapi kucing mana pun dapat mengeong dengan keras karena beberapa alasan. Meskipun kamu mungkin merasa mengeong yang terlalu keras mengganggu, itu juga bisa menjadi indikasi bahwa kucing kamu sedang tidak enak badan.


Perhatikan kucing dan hal apa yang membuat ia menangis. Jika kamu dapat mengetahui alasan mengapa kucing mengeong dengan keras, kamu mungkin bisa menghentikannya.


Mengapa Kucing Mengeong dengan Keras?

Selain bahasa tubuh, mengeong adalah cara komunikasi utama kucing. Seekor meong bisa datang dalam berbagai bentuk dan untuk berbagai alasan. Kebanyakan kucing yang sehat biasanya mencoba mengomunikasikan sesuatu ketika mereka mengeong. Misalnya, kucing kamu mungkin mencoba memberi tahu kamu bahwa ia lapar, stres, takut, bersemangat, atau hanya menginginkan waktu dan perhatianmu.


Meow juga mungkin terdengar sedikit berbeda satu sama lain berdasarkan alasan di baliknya:

  • Meong yang ketakutan atau marah biasanya lebih keras daripada jenis meong lainnya. Mengeong ini kadang-kadang bisa sangat intens dan menakutkan dan, tergantung pada sumber ketakutan atau kemarahan kucing kamu baik yang berumur pendek atau lama.

  • Mengeong atau menangis sebagai respons terhadap rasa sakit merupakan tanda yang jelas bahwa kucing kamu dalam kesulitan. Cukup sering, jenis meong ini bernada rendah dan terdengar sedih. Ini dapat diulang sepanjang hari atau hanya ketika kucing kamu terlibat dalam aktivitas tertentu yang menyebabkan rasa sakit, seperti mencoba menggunakan kotak pasir.

  • Mengeong karena lapar biasanya disertai dengan bersemangat. Jika kucing kamu mendengar kantong makanan berkerut, pembuka kaleng berdengung, atau mangkuk makanan berdentang, ia mungkin berlari dan mulai mengeong karena gembira. Kemudian, jika kucing kamu tahu itu adalah waktu makan dan kamu malah terganggu oleh hal lain, ia kemungkinan akan semakin mengeong keras setiap menit sebagai pengingat waktu makannya.

  • Meong yang mencari perhatian adalah indikasi bahwa kucing kamu mungkin ingin bermain denganmu atau ingin dibelai. Misalnya, kucing kamu mungkin bersemangat dan mengeong dengan keras saat kamu baru pulang kerja.

  • Banyak pemilik kucing sangat suka mengeong di malam hari; jika kucing kamu aktif di malam hari, ia mungkin mengeong dengan keras saat kamu mencoba tidur untuk membujuk kamu bermain dengannya.

Baca Juga: Memahami Bahasa Tubuh Kucing (Mata)


Tuli

Beberapa kucing terlahir tuli, sedangkan yang lain mungkin menjadi tuli seiring waktu. Seekor kucing tuli bahkan mungkin tidak menyadari bahwa ia mengeluarkan suara saat mengeong. Ini membuatnya sangat sulit untuk menafsirkan apa yang coba disampaikan kucing kepada kamu melalui vokalisasinya.

Mengeong kucing tuli seringkali jauh lebih keras daripada kucing yang tidak tuli, karena ia tidak tahu bahwa ia tuli dan tidak dapat mengontrol volume suaranya.


Disfungsi Kognitif

Mirip dengan orang yang memiliki penyakit Alzheimer, hewan peliharaan kamu dapat mengalami disfungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Proses penyakit ini tidak sepenuhnya dipahami. Tetapi hal itu dapat menyebabkan kucing kamu tampak bingung dan bersuara lebih dari biasanya. Beberapa kucing yang mengalami disfungsi kognitif juga menatap sambil mengeong dengan keras, terutama di malam hari.


Baca Juga: Bagaimana Mengenali Jika Kucing Peliharaan Sakit Diam-Diam


Cara Menghentikan Mengeong Keras

Jika sobat Petskita merasa telah menemukan alasan mengapa kucing mengeong dengan keras, kamu mungkin dapat menghentikannya dengan membuat beberapa perubahan pada rutinitas dan lingkungannya.


Seekor kucing lapar akan terus mengeong dengan keras setiap kali dia lapar. Berikan makanan atau camilan untuk menghentikan jenis meong yang keras ini, cobalah untuk mengabaikan permintaan makanan kucing kamu dan tunggu sampai dia tenang untuk memberinya makan.


Jika kamu curiga bahwa kucing mencoba memberi tahu kamu bahwa ia terluka atau ada sesuatu yang tidak beres, periksakan ke dokter hewan sesegera mungkin.


Jika kucing mengeong dengan keras saat ditinggal sendirian, ia mungkin hanya perlu dihibur. Pastikan sobat Petskita tidak sengaja menguncinya di lemari atau kamar mandi jika ia ketakutan. Berikan kucing banyak pilihan untuk kenyamanan, seperti tempat tidur yang nyaman, rumah kucing, dan pohon kucing berlapis kain. Kamu juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan feromon yang menenangkan di area yang disukai kucingmu.


Semoga info-info di atas dapat bermanfaat untuk sobat Petskita.

Cari tahu info-info menarik seputar kucing lainnya hanya di blog Petskita.


Sumber: https://www.thesprucepets.com/loud-meowing-cats-554061