Bagaimana Mengurangi Stres Kucing Peliharaan di Rumah?



Pernahkah sobat Petskita mempertimbangkan kemungkinan bahwa kucing kamu stres? Tidak peduli seberapa keras kita mencoba menciptakan lingkungan rumah yang menyenangkan dan damai untuk kucing peliharaan kita, pada titik tertentu, kebanyakan dari mereka terkena stres dalam beberapa faktor atau lainnya. Sama seperti manusia, seberapa baik teman kucing kita menangani stres bervariasi dan tergantung pada disposisi bawaan mereka bersama dengan sifat stresor.


Mengapa penting untuk memperhatikan hal ini? Seperti halnya manusia, kucing yang stres dapat memengaruhi kesehatan mereka. Selain itu, kucing yang stres sering menunjukkan perilaku yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan re-homing atau, lebih buruk lagi, seperi euthanasia.


Penyebab Kucing Stress

Ada banyak pemicu stress pada kucing:

  • Perubahan lingkungan seperti masuknya anggota rumah baru atau perubahan lingkungan fisik

  • Perubahan rutinitas sehari-hari

  • Lingkungan tandus sehingga menciptakan kurangnya rangsangan dan sedikitnya kesempatan untuk mengekspresikan perilaku kucing yang normal seperti berburu, mencakar, dan komunikasi teritorial

  • Hubungan antar manusia dan kucing yang buruk timbul dari sosialisasi yang tidak tepat, penanganan yang terlalu sedikit, atau hukuman yang membuat kucing takut

  • Konflik antar kucing yang dapat timbul dari pengenalan kucing baru ke dalam rumah, pengenalan kembali kucing yang sudah dikenal yang telah jauh dari rumah (di rumah sakit hewan atau fasilitas asrama) dan persaingan untuk sumber daya seperti mangkuk makanan dan tempat istirahat

Baca Juga: 7 Tips Menjaga Pola Tumbuh Dan Makan Anak Kucing Dengan Benar


Masalah Kesehatan dari Stres Kucing

Kucing yang stres lebih rentan terhadap masalah kesehatan dan stres itu umumnya dikaitkan dengan penekanan fungsi sistem kekebalan tubuh yang normal. Contoh masalah kesehatan akibat stres seperti:

  • Infeksi virus herpes biasanya dipicu oleh stres. Kucing yang terkena mengalami gejala pernapasan bagian atas termasuk bersin dan keluarnya cairan dari mata dan hidung.

  • Serangan sistitis interstisial kucing (FIC), suatu kondisi peradangan kandung kemih, sering terjadi setelah stresor seperti pengenalan pengasuh hewan peliharaan atau kucing baru ke dalam rumah.

  • Gejala penyakit kulit dapat meningkat sebagai respons terhadap stres. Ini terutama berlaku untuk kucing dengan alergi kulit.

  • Stres dikaitkan dengan berbagai masalah pencernaan, yang mengakibatkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, muntah, dan diare.

Strategi Pengurangan Stres untuk Kucing

Menurut Amat et. al ada berbagai strategi pengurangan stres. Idealnya, jika stimulus stres dapat diidentifikasi, itu harus dikeluarkan dari lingkungan kucing. Jika hal ini tidak memungkinkan, seperti yang sering terjadi, paparan stresor secara bertahap dalam konteks yang menyenangkan dapat mengurangi respons stres.


Baca Juga: Kenapa Kucing Terengah-engah?


Mencegah Konflik antar Kucing untuk Mengurangi Stres Kucing

Ada langkah-langkah yang bisa sobat Petskita lakukan untuk mengurangi stres yang timbul dari konflik antara kucing yang tinggal di rumah yang sama, meliputi;

  • Memasang pohon, rak, dan platform kucing untuk memungkinkan kucing menjelajahi ruang secara vertikal dan horizontal

  • Menyediakan tempat persembunyian kucing yang menyenangkan

  • Sering mengganti mainan untuk merangsang rasa ingin tahu dan minat si kucing

  • Menyembunyikan treats

Penghilang Stres Kucing Melalui Obat-obatan

Ada beberapa penghilang stres kimia seperti obat-obatan, feromon dan aromaterapi. Namun, penting untuk berbicara dengan dokter hewan kamu jika kamu mempertimbangkan opsi ini.


Selalu perhatikan kondisi kucing kamu ya sob.


Cari tahu info-info kucing lainnya hanya di blog Petskita.


Sumber: https://www.pethealthnetwork.com/cat-health/cat-behavior/how-can-you-reduce-your-cats-stress-home