Apakah Cangkang Kura-kuramu Sehat?

Kura-kura memiliki ukuran, warna, dan bentuk cangkang yang berbeda tergantung pada spesiesnya. Namun terdapat satu hal yang pasti kita semua ketahui, yaitu cangkang mereka keras dan bersifat melindungi. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan cangkang kura-kura adalah lingkungan, nutrisi, penyakit, atau luka fisik. Yuk kenali lebih dalam tentang cangkang kura-kura agar kamu dapat menentukan kesehatan kura-kuramu.

Cangkang yang Sehat

Cangkang kura-kura terdiri atas karapas (tempurung bagian atas atau punggung) dan plastron (tempurung bagian bawah atau perut). Kedua bagian tersebut harus selalu dalam keadaan yang keras, kecuali kura-kura yang baru menetas atau jenis penyu air yang memang memiliki cangkang lembek. Karapas dan plastron terhubung di bagian samping tubuh untuk melindungi organ dalam dan tubuhnya.


Cangkang kura-kura terdiri atas bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut scute. Scute terbuat dari keratin, yaitu bahan yang sama dengan kuku di jari manusia. Scute ini akan mengalami pergantian kulit dari waktu ke waktu. Pergantian scute terjadi ketika permukaan paling luar mengelupas dan scute yang baru akan tumbuh dari bawahnya. Tulang belakang dan rusuk kura-kura terhubung dengan tulang di karapas.

Beberapa Gejala Cangkang yang Tidak Sehat
Pyramiding

Kura-kura dari spesies yang berbeda memiliki cangkang yang berbeda, misalnya saja seperti Indian Star Tortoise yang memiliki tempurung yang lebih menonjol. Pyramiding adalah scutes tempurung yang tumbuh meninggi ke atas, dan ini adalah gangguan yang jarang dialami oleh kura-kura di alam liar. Namun, kura-kura ternak sering mengalami gangguan ini karena masalah malnutrisi dan pencahayaan yang kurang baik. Jika pyramiding sudah terjadi, hal ini tidak bisa hilang meskipun Pawrent telah memperbaiki nutrisi dan perawatannya.

Asupan nutrisi yang seimbang, seperti kelebihan protein, kekurangan kalsium atau vitamin D, atau kekurangan cahaya Ultraviolet B yang berperan dalam produksi vitamin D. Agar cangkang selalu dalam keadaan yang baik, selalu berikan makanan, suplemen, pencahayaan dan lingkungan yang tepat.

Infeksi Cangkang

Infeksi cangkang atau sering disebut sebagai shell rot umumnya terjadi karena bakteri dari lingkungan yang kotor, misalnya air yang kotor atau kandang yang berlumut. Ketika bakteri tersebut berhasil menginfeksi pembuluh darah di cangkang kura-kura, akan mulai terbentuk lubang kecil yang terasa lembek, berair, atau bahkan berdarah. Shell rot yang parah dapat menyebabkan scute lepas dan menampakkan tulang dan pembuluh darah.

Infeksi cangkang memerlukan waktu pemulihan yang lama dan antibiotik yang kuat. Jika kamu melihat gejala seperti ini, segera hubungi dokter hewan agar kura-kura tidak tersakiti.

SCUD

SCUD, singkatan dari Septicemic Cutaneous Ulcerative Disease, merupakan gangguan yang serius yang bermula dari infeksi di cangkang. Infeksi tersebut terjadi karena luka atau kecelakaan yang tidak mendapatkan perawatan yang baik. Secara perlahan, infeksi ini akan masuk melalui pembuluh darah dan mulai menyerang liver dan organ lainnya. Segera bawa kura-kuramu ke dokter hewan jika kamu melihat adanya luka.

Pengelupasan

Scute pada kura-kura air umumnya akan mengelupas dengan sendiri sekali atau dua kali dalam setahun. Pengelupasan ini akan memperlihatkan scute yang baru. Jika pengelupasan tersebut memperlihatkan tulang warna putih atau cream, hal tersebut dapat menandakan adanya infeksi yang parah atau adanya luka yang terjadi pada cangkang. Tulang yang terbuka sangatlah menyakitkan untuk kura-kura.

Metabolic Bone Disease (MDB)

Metabolic Bone Disease disebabkan karena kurangnya asupan kalsium, vitamin D, dan sinar ultraviolet B. Gangguan ini menyebabkan tulang dan strukturnya kehilangan kalsium dan cangkang menjadi lembek atau cacat. MDB dapat dihindari dengan perawatan yang baik, nutrisi yang cukup, dan terapi yang tepat.

Kura-kura yang hidup di air seharusnya memiliki cangkang yang bebas alga, mulus dan rata, dan keras. Jika kamu mendapati cangkang kura-kuramu terlihat tidak normal, segera berkonsultasi ke dokter hewan ya, Pawrent! Semoga artikel ini bermanfaat ya!


Source: https://www.thesprucepets.com/turtle-and-tortoise-shells-1239381