Apa Bedanya Anjing Pemandu dan Anjing Pendamping?


Sejak awal dari peradaban manusia, anjing adalah hewan yang banyak membantu manusia dalam segala hal. Mulai dari berburu, bertani, bertahan dari ancaman, dan banyak lagi. Anjing pemandu dan anjing pendamping memiliki tugas yang berbeda namun mempunyai peran penting bagi beberapa orang.


Anjing Pemandu

Seringkali, anjing pemandu dapat dengan mudah dikenali. Anjing pemandu biasanya menggunakan rompi atau tali kekang khusus untuk membantu orang berkebutuhan khusus (disabilitas). Bagi kamu yang masih awam mengenai anjing pemandu, ada hal yang penting untuk kamu ketahui. Jika kamu bertemu dengan anjing pemandu, sebaiknya kamu jangan mengelus dan memberi makan mereka saat bekerja. walaupun telah terlatih, hal itu dapat mengalihkan perhatiannya dan merugikan penggunanya.


Malah bisa-bisa kamu akan digigit oleh anjing itu, karena ada beberapa anjing yang dilatih untuk bertindak seperti itu. Anjing pemandu bertugas untuk membantu orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus, agar orang tersebut dapat beraktivitas secara normal. Kebanyakan anjing pemandi ini sudah dilatih sedari kecil. Namun ada beberapa kasus yang berbeda, yaitu anjing peliharaan biasa yang ternyata memiliki bakat alami untuk membantu tuannya. Berikut adalah beberapa tugas yang dilakukan oleh anjing pemandu.


Memandu Tuna Netra

Apakah kamu pernah menonton drama Korea yang berjudul Little Q? Yak betul, berkisah mengenai kehidupan anjing yang bertugas untuk membantu tuna netra. Penelitian yang dilakukan Animal Facts di Amerika Serikat menunjukkan keberadaan anjing pemandu dapat membantu tunanetra lebih mandiri. Bahkan dalam tempat fasilitas umum di negara maju seperti bandara, halte, atau mall, mereka menyediakan layanan anjing pemandu untuk pengunjung tuna netra.


Membantu Tuna Rungu

Disebut juga dengan istilah hearing dog atau anjing pendengar. Anjing pendengar adalah jenis anjing pembantu yang dipilih dan dilatih secara khusus untuk membantu orang tuna rungu atau mengalami gangguan pendengaran dengan memberi tahu tuannya akan suara-suara penting, seperti bel pintu, alarm asap, dering telepon, atau jam alarm.


Membantu Keterbatasan Gerak Fisik

Selain menjadi pemandu atau penuntun, dalam kategori ini anjing juga dapat digunakan untuk membantu orang-orang yang memiliki keterbatasan gerak fisik. Yaitu orang yang tidak dapat bergerak atau orang yang lumpuh. Mereka dapat membantu untuk membuka pintu, mengambil barang yang sulit dijangkau, dan membawa barang-barang untuk tuannya.


Mendeteksi Penyakit

Ini adalah tugas yang unik dan hanya dapat dilatih kepada beberapa ras anjing tertentu saja. Tugas untuk anjing pendamping ini untuk mendeteksi penyakit atau gejala-gejala yang dialami oleh tuannya. Anjing pemandu ini dapat mendeteksi kadar gula darah, kanker dan dapat merespon pada gejala kejang-kejang yang dialami oleh penderita epilepsi. Mereka dapat bertindak sebagai alarm dan akan menggonggong, atau dapat memencet bel alarm darurat, atau dapat mencari pertolongan pada orang-orang sekitar.


Anjing Pendamping

Anjing ini dilatih untuk memberikan perhatian khusus, dukungan, dan dampingan untuk orang-orang yang membutuhkan. Umumnya jenis anjing yang digunakan sebagai anjing pendamping adalah ras anjing yang ramah dan bertemperamen rendah. Biasanya mereka mengunjungi panti jompo, rumah sakit, sekolah, pusat rehabilitasi, dan banyak lagi.

Anjing pendamping ini mudah dilatih, bahkan kamu pun juga bisa melakukannya karena tugasnya pun relatif mudah. Mereka bertugas untuk memberi dukungan secara psikologis dan emosional.


Membantumu Untuk Semakin sehat

Tak dipungkiri bahwa kondisi emosi dapat berkaitan dengan kesehatan. Ada sebuah riset menunjukkan, bahwa pasien yang memiliki penyakit berat akan cepat sembuh bila didampingi oleh anjing terapi. Dikarenakan interaksi oleh pasien dan anjing tersebut dapat meningkatkan mood, dan akan menimbulkan produksi hormon oxytocin dalam tubuh untuk menekan hormon kortisol (berkaitan dengan stress).

Tak hanya itu, anjing pendamping juga dapat membantu terapi kepada orang-orang yang memiliki depresi, bipolar disorder, dan anxiety disorder.