Alasan Kucing Mengeong Terus Menerus


Senang dong melihat kucing mengeong dengan pemiliknya. Namun apa yang terjadi ketika kucing kamu mengeong terus terusan? Bahkan kamu sudah memberi makan mereka. Pastinya diantara kamu bertanya tanya masalah apa yang sedang dialami kucing kesayangan mu. Yup, terkadang mengeong berlebihan bisa jadi salah satu tanda kucing kamu stress loh. Maka dari itu, kamu tidak perlu khawatir, karena 6 tanda ini kamu bisa lebih lega sedikit tentang tingkah laku kucing kamu mengeong. Dan juga hal ini bisa menjadi kunci pembelajaran kamu untuk menerjemah meongan kucing.


1. Mencari Perhatian

Kamu mungkin mendapatkan momen kucing kamu sedang mengeong ketika kamu pulang ke rumah. Kucing kamu menkamukan kalau dia ingin sedikit perhatian. Alih alih kamu tidak mengerti maksud meongan mereka, coba beri perhatian ke dia. Misalnya, berbicara dengan nya, ajak bermain, dan mengelus elus badannya. Selain itu, kucing cenderung mengeong lebih banyak pada manusia daripada sesamanya. Ini bisa jadi, setidaknya sebagian, karena mereka telah belajar bahwa manusia lebih merespons vokalisasi daripada bahasa tubuh kucing.


Kucing kamu mungkin mengeong, mendengkur, dan membuat “getar” lucu saat dia puas dan bahagia. Sering kali, meong pendek adalah bentuk “halo”, sementara beberapa meong dapat menunjukkan kegembiraan. Meong dengan nada sedang mungkin merupakan permintaan, seperti meminta untuk keluar. Meong bernada rendah bisa menjadi keluhan. Tetapi setiap kucing berbeda. Dengarkan baik-baik irama dan nada mengeong kucing kamu. Seiring waktu, kamu dapat belajar “menerjemahkan” beberapa meow kucing kamu berdasarkan durasi, nada, dan waktu.


2. Stres atau Penyakit

Kucing mungkin mengeong lebih banyak jika sedang stres atau sakit. Perubahan yang tidak terduga dapat menyebabkan stres, seperti pindah rumah, kehilangan orang yang dicintai, atau membawa hewan peliharaan atau bayi baru ke rumah. Kadang-kadang bahkan satu set furnitur baru dapat menyebabkan mengeong. Jika kucing kamu sangat stres, coba gunakan diffuser yang menenangkan, yang dapat membantu mengurangi stres yang dapat menyebabkan perilaku negatif pada kucing.


Penyakit juga dapat menyebabkan mengeong yang berlebihan. Seekor kucing yang merasakan sakit atau haus mungkin mengeong untuk mengomunikasikan stresnya. Kucing yang lebih tua yang tidak dapat melihat dengan baik atau memiliki masalah kesehatan terkait usia mungkin juga lebih vokal. Kucing kamu bahkan mungkin mengeong hanya karena dia kedinginan dan ingin di pangkuanmu.


Tapi ingat: kucing tidak selalu bersuara jika sakit. Beberapa kucing yang sakit mungkin lebih pendiam, lamban, atau bahkan berhenti makan. Petunjuk terbaik bahwa kucing kamu mungkin sakit adalah perubahan besar dalam kepribadian, seperti lebih sering bersuara atau menjadi kurang aktif dan sosial. Jika kamu khawatir, kamu mungkin ingin mengunjungi dokter hewan.


3. Bosan atau kelebihan energi

Kucing yang memiliki terlalu banyak waktu luang mungkin akan mengeong secara berlebihan karena bosan dan memiliki banyak energi terpendam yang perlu digunakan. Untuk kucing yang betah di rumah, membangun pohon dan kondominium kucing, penggaruk, tempat bertengger jendela, mainan interaktif, dan banyak waktu bermain dapat membantu masalah ini.


4. Panggilan Kawin

Kucing betina yang tidak disterilkan atau kucing jantan yang tidak dikebiri mungkin mengeong secara berlebihan, siang dan malam. Meow mereka mungkin lebih keras dan terdengar seperti “yowl.” Ini karena mereka sedang mencari pasangan dan tidak bisa menahan dorongan hormonal itu. Memandulkan atau mensterilkan kucing kamu dapat menghentikan menguap.


5. Mengeong di Malam Hari

Mengapa kucing terkadang mengeong di malam hari lebih sering daripada di siang hari? Kucing cenderung lebih aktif saat fajar dan senja saat mereka ingin berburu secara alami, jadi mereka mungkin lebih banyak mengeong di malam hari. Jika kamu sering bermain dengan kucing di malam hari tepat sebelum tidur, mengakhiri waktu bermain dengan makanan, hal ini dapat membantu mengekang suara meow di malam hari. Menutup tirai agar dia tidak melihat binatang di halaman kamu pada malam hari juga dapat membantu.


Jika kamu sering merespons mengeong di malam hari, kucing kamu mungkin akan lebih sering mengeong. Coba abaikan teriakan pukul 3 pagi itu atau berikan suara “desisan” singkat sebagai tanggapan. Terkadang hanya itu yang diperlukan untuk memberi tahu kucing kamu, dalam bahasanya, bahwa suara itu tidak diinginkan.


6. Lapar

Kucing mungkin mengeong saat lapar. Jika kucing kamu selalu mendapat makanan tambahan saat mengeong, ia mungkin akan mulai mengeong secara berlebihan saat perutnya sedikit keroncongan.


Cara Mengurangi Meong Kucing

Beberapa orang tua kucing hanya mendorong jenis meow yang mereka inginkan, seperti menanggapi mengeong. Sebaliknya, mereka tidak memberi makanan sebagai tanggapan atas mengeong atau menjawab menguap larut malam.


Jika kamu membantu kucing mengurangi kebosanan dengan alat penggaruk dan mainan interaktif, sering bermain dengannya, dan memberinya makan di malam hari sebelum tidur, kamu mungkin melihat penurunan jumlah meow seiring waktu.


Mengeong yang berlebihan dapat berarti banyak hal, mulai dari merasa stres atau mual hingga mencoba berkomunikasi dengan kamu. Jika kamu memperhatikan dengan seksama, kamu sering dapat menentukan apa arti mengeong itu.